Hari Jumat 21 Februari 2020, Shoesmart diundang oleh Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) dalam sharing session dengan tema ‘Membangun Bisnis Online’. Sharing session ini merupakan rangkaian acara Bimbingan Teknis Jahit Upper Alas Kaki dan Bimbingan Teknis Pembuatan Produk Kulit yang diselenggarakan secara berkala oleh BPIPI. 

                                               Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka antusias mengikuti sharing session yang disampaikan oleh tim Shoesmart. 
 

Sekitar 60 peserta hadir di acara yang berlangsung di ruangan serba guna BPIPI, Tanggulangin-Sidoarjo. Mereka datang dari berbagai pelosok nusantara, atas seleksi BPIPI berdasarkan kelengkapan administrasi dan karya masing-masing. “Ini merupakan acara berkala yang selalu kami adakan. Tujuannya untuk memfasilitasi para pelaku UMKM yang ingin meningkatkan skill dan pengetahuan tentang dunia wirausaha, khususnya di bidang alas kaki,” tukas Ruruh Satriyo Utomo, Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan BPIPI. Ia menambahkan, setiap pelatihan BPIPI memiliki format yang berbeda. Ada yang berbayar, melibatkan seleksi administrasi maupun seleksi karya. “Kalau yang berbayar, tentu tidak melibatkan seleksi apapun,” imbuh Ruruh. 

Rizka Chika, Business Development Manager Shoesmart, membeberkan fakta tentang e-commerce di Indonesia. 

 

Sharing session dibuka oleh Rizka Chika, Business Development Manager Shoesmart, melalui presentasi mengenai E-Commerce di Indonesia. Ia memaparkan bahwa pesatnya pertumbuhan e-commerce di Indonesia tidak sebanding dengan banyaknya produk lokal yang dijual. “Dari 59,2 juta pelaku bisnis online, hanya 9% yang termasuk UMKM. Produk lokal yang dijual di e-commerce pun hanya mencapai 10%. Ini tentu menyedihkan,” ujar Rizka. Menurutnya, kesenjangan antara kemajuan ekonomi digital Indonesia dan eksistensi produk lokal menyisakan PR besar bagi para pelaku UMKM agar lebih berani menjual produknya secara online. 

Menurut Andrew Tanuwijaya, Direktur Shoesmart, platform online dan offline hendaknya saling bersinergi untuk membangun ekosistem bisnis yang bagus. 

 

Setelahnya, topik mengenai ‘Membangun Bisnis Online’ disampaikan oleh Andrew Tanuwijaya, Direktur Shoesmart. Ia menekankan pentingnya memasarkan produk secara online, baik melalui website maupun media social seperti Instagram dan YouTube. “Yang juga tak kalah penting, pasarkan produk Anda secara soft selling. Bisa melalui konten-konten menarik disertai storytelling yang baik,” ujar Andrew. Baginya, meski saat ini dunia digital tengah menggeliat, platform offline tidak sepatutnya ditinggalkan. “Tidak seharusnya platform online dan offline itu saling bersaing. Keduanya harus saling bersinergi untuk membangun ekosistem bisnis yang bagus,” imbuhnya. 

Arda, Relationship Manager Shoesmart, mengajak para peserta untuk bergabung di Shoesmart sebagai upaya mengoptimalkan potensi produk lokal di dunia e-commerce Indonesia. 

Topik terakhir mengenai cara bergabung di Shoesmart, disampaikan oleh Arda, Relationship Manager Shoesmart. Kepada para peserta yang mayoritas telah memiliki produk sepatu buatan sendiri, Arda membeberkan cara dan alur registrasi yang terbilang sangat mudah dan praktis. “Untuk bergabung di Shoesmart, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Kami bahkan tidak membebankan margin komisi kepada seller,” tegasnya. Di penghujung acara, Arda pun mengajak para peserta untuk bergabung di Shoesmart sebagai upaya untuk sama-sama memajukan dunia persepatuan maupun potensi UMKM di Indonesia. 

Jatu, salah satu peserta pelatihan, menanyakan bagaimana membuat konten yang baik untuk meningkatkan penjualan secara online. 

 
Sharing session berlangsung semakin seru dengan adanya sesi tanya-jawab. Lima orang peserta sangat antusias menanyakan seluk beluk bisnis online. Terlihat jelas semangat dan optimisme di wajah mereka untuk menjual produknya secara online. Acara kemudian diakhiri dengan foto bersama. Semua peserta dari berbagai daerah di Indonesia itu pun berbaur bersama tim Shoesmart lalu berpose dengan penuh suka cita.  


 
Para penanya bersama Andrew Tanuwijaya. Mereka menerima kenang-kenangan dari Shoesmart, yang diserahkan langsung oleh Andrew Tanuwijaya. 

Andrew Tanuwijaya bersama Ibu Lilih, salah satu peserta pelatihan yang telah memiliki produk sepatu buatan sendiri. 

Sepatu rajut karya Ibu Lilih. Desainnya yang unik dan kreatif mencuri perhatian para peserta dan tim Shoesmart. 

Salah satu peserta berbagi cerita kepada Andrew Tanuwijaya.

Di akhir acara, seluruh peserta berfoto bersama Andrew Tanuwijaya dan tim Shoesmart. 

Terima kasih BPIPI, atas kesempatan yang telah diberikan kepada Shoesmart. Sampai jumpa di kolaborasi berikutnya!

*********

 

Teks: Rizka Chika
Foto: Moka, Richard, Fansisca (Tim Desain Shoesmart)